Padang, Padek—Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila mesti menjadi panutan dan acuan dalam bersikap dan berbangsa bagi warga negara Indonesia. Kondisi bangsa hari ini, menuntut pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, sehingga bangsa Indonesia tetap bersatu dalam menjaga keutuhan NKRI.
Demikian harapan yang muncul dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di jajaran Pemprov Sumbar diperingati dengan melaksanakan upacara bendera di lapangan Kantor Gubernur Sumbar. Bertindak selaku instruktur upacara, Wakil Gubernur, Muslim Kasim. Hadir, unsur Muspida serta PNS di lingkungan Pemprov.
“Melalui peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini, kita berharap masyarakat meningkatkan pengamalan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dalam kehidupannya. Apalagi suasana Hari Kesaktian Pancasila bersamaan dengan peringatan dua tahun gempa Sumbar. Melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila ini menyatukan rakyat Sumbar hendaknya dalam upaya bangkit kembali pascagempa,” kata Wagub.
Asmaul Husna
Sementara itu di Kota Padang, peringatan Hari Kesaktian Pancasila disemarakkan dengan pembacaan Asmaul Husna oleh ratusan murid SD. Pembacaan Asmaul Husna ini dipimpin langsung Wali Kota Padang, Fauzi Bahar di Terminal Regional Bengkuang (TRB). Hadir, pelajar se-Kota Padang, unsur Muspida, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan para pejuang.
“Dengan mengumandangkan Asmaul Husna, diharapkan berbagai marabahaya yang akan menimpa Kota Padang menjadi jauh. Serta semakin menguatkan iman dan takwa masyarakat kepada Allah. Ternyata program Pemko Padang dalam bidang keagamaan yang sudah dilaksanakan sejak 7,5 tahun lalu telah membuahkan hasil, karena hampir seluruh siswa SD, SLTP dan SLTA di Kota Padang hafal Asmaul Husna dan ayat-ayat pendek,” ujar Fauzi Bahar.
Dikatakan Fauzi, di tengah kondisi masyarakat saat ini yang dikoyak ideologi radikalisme, peringatan Hari Kesaktian Pancasila merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dimaknai. Ini saatnya seluruh elemen masyarakat kembali menggali dan memaknai Pancasila sebagai ideologi bangsa, dasar hukum dan pandangan hidup. Bila tahun 1965, Pancasila dapat membuktikan kesaktiannya dengan menggagalkan sebuah rencana mengganti ideologi bangsa dengan ideologi komunisme. Maka, sekarang hal yang sama harus dipertahankan, Pancasila harus bangkit kembali untuk menangkal ideologi radikal yang saat ini merongrong bangsa.
“Mari tegakkan dan amalkan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita tidak ingin lagi peristiwa G 30 S/PKI atau sejenisnya muncul lagi. Mari rapatkan barisan guna menangkal berbagai upaya yang bisa merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Jangan sekadar seremonial,” ungkapnya.
Selain itu, kata Fauzi, pendidik di Kota Padang harus menanamkan sejak dini nilai- nilai ideologi negara dan kejuangan kepada anak didiknya, baik melalui pendidikan formal dari SD sampai perguruan tinggi maupun melalui pendidikan non formal lainnya. Termasuk menanamkan arti kebersamaan dalam bingkai NKRI.
“Saya yakin, dengan ditanamkannya nilai-nilai tersebut pada generasi muda, rasa cinta tanah air dan bela negara akan semakin kuat terpatri dalam hati mereka. Sehingga pengaruh radikalisme yang muncul tersebut, tidak merusak rasa nasionalisme di hati generasi muda. Untuk itu sejak dini, nilai- nilai ideologi negara dan kejuangan harus ditanamkan oleh para pendidik,” tandasnya. (ayu/mg10)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar