Rabu, 19 Oktober 2011
sejumlah tokok peringati hari kesaktian pancasila
Liputan6.com, Bogor: Guna memperingati Hari Kesaktian Pancasila, sejumlah tokoh agama dan politisi mendeklarasikan pentingnya kembali ke Pancasila sebagai dasar negara di Bogor, Jawa Barat, Ahad (1/10).
Dalam deklarasi itu para tokoh berpendapat lunturnya nilai-nilai Pancasila dianggap sebagai salah satu sebab tumbuhnya radikalisme dan kesewenang-wenangan atas nama agama. Karena itu pada momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila para tokoh agama dan politisi menegaskan kembali Pancasila sebagai ideologi yang mempersatukan bangsa Indonesia.
Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi Gereja Taman Yasmin yang tetap tidak boleh digunakan untuk tempat beribadah meski mereka memiliki izin. Para tokoh pun meminta keberagaman harus dihargai sebagai bentuk manifestasi Pancasila di masa mendatang.
Ketua Gerakan Pemuda Ansor Nusron Wahid mengatakan kunjungan itu sebagai aksi solidaritas, karena tindakan Wali Kota Bogor dinilai sewenang-wenang dan diskriminatif terhadap minoritas, mengingat Mahkamah Agung (MA) telah memutuskan agar pembekuan IMB dicabut.
Beberapa tokoh yang hadir dalam deklarasi itu di antaranya mantan Ibu Negara Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim, mantan Menteri Pertanian Bungaran Saragih, Romo Benny Susetyo dan sejumlah organisasi kepemudaan, seperti HMI, GMKI, PMII, dan GMNI.
Di Klaten, Jawa Tengah, sebuah sekolah dasar terus memperkenalkan Pancasila sejak dini. Hal ini dilakukan dalam berbagai bentuk aktivitas yang mudah dimengerti anak-anak.
Sementara itu, sejumlah tokoh dan warga memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pahlawan Pancasila, Sleman, Yogyakarta. Di monumen ini dua jenazah Pahlawan Revolusi Brigjen Katamso dan Kolonel Sugiyono yang dibunuh PKI ditemukan. Mereka pun menegaskan jika ingin bangsa ini utuh, maka Pancasila adalah jawabannya.(ADI/ADO)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar